Kajian Sosial

Dipublikasikan tanggal .

Daerah yang tergenang lumpur dan sekitarnya, sebelum terjadinya bencana adalah merupakan daerah yang sangat produktif berupa pabrik-pabrik, persawahan dan permukiman. Dampak terberat dari luapan lumpur adalah dari segi sosial-kemasyarakatan dimana banyak sekali warga yang kehilangan pekerjaan, anak-anak yang terganggu kegiatan sekolahnya maupun dampak sosial lainnya seperti terganggunya kegiatan ibadah, ketiadaan tanah pemakaman, masalah penampungan pengungsi dan sebagainya.  Kajian-kajian sosial ekonomi mengenai dampak semburan sudah dilakukan oleh berbagai badan peneliti dan BPLS sendiri:

  1. Kajian Sosial Masyarakat Sekitar Bencana Luapan Lumpur Sidoarjo: Studi di Kecamatan Tanggulangin, Porong dan Jabon BPLS, 2008. Kajian ini meneliti tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat, tingkat keberdayaan mereka dan mencari bentuk intervensi pemerintah yang tepat dalam interaksinya dengan peranan swasta dan masyarakat itu sendiri.
  2. Analisis Sosial Ekonomi Pengalihan Jalan Tol Porong, Sidoarjo, akibat Lumpur Lapindo: Balai Litbang Sosial Ekonomi Bidan Jalan dan Jembatan, Dep.PU., 2008 Studi ini mengupas tentang kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar lokasi jalan tol yang baru, dampak sosial-ekonomi dari relokasi jalan tol.
  3. Luas Lahan Terdampak Lumpur Diluar Area Perpres Nomor 14 Tahun 2007: BPLS, 2007. Survey mengenai luas daerah terdampak lumpur diluar PAT 2007.
  4. Pengembangan Lumpur Sidoarjo sebagai Komponen Bangunan untuk Mendukung Penyediaan Rumah Sehat Sederhana: Balai Bahan Bangunan, Puslitbang Pemukiman, Dep PU. Studi untuk mengkaji pemanfaatan lumpur Sidoarjo sebagai bahan baku bata merah untuk memanfaatkan lumpur dan mengurangi dampak lingkungan.