SEMBURAN LUMPUR PANAS SIDOARJO

Dipublikasikan tanggal .

 

Dalam rangka mewujudkan tercapainya sasaran Pengurangan Dampak Fenomena Geologi, kegiatan utama yang dilakukan adalah pengaliran luapan lumpur ke Kali Porong, untuk selanjutnya dibuang ke laut secara alami mengikuti (terbawa) aliran sungai. Target sasaran pengaliran lumpur ke kali Porong sampai dengan tahun 2014 adalah 203,4 juta m3, telah dapat dicapai sebesar 121.775.209 m3 atau sebesar 78,36% apabila diukur sampai dengan tahun 2013, atau sebesar 59,87 % apabila diukur dengan target sampai dengan tahun 2014.

Dengan capaian tersebut, maka sisa target pengaliran lumpur ke Kali Porong sampai dengan dengan akhir tahun 2014 lebih kurang masih sebesar 81,6 juta m3. Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengaliran lumpur ke Kali Porong antara lain adalah karena adanya demontrasi yang dilakukan oleh warga terdampak dengan memblokir wilayah kerja pengaliran luapan lumpur, tenggelam dan rusaknya kapal keruk tertentu, kekurangan air untuk mengaduk-aduk lumpur padat agar segera menjadi lumpur cair, serta bocornya beberapa pipa pembawa buangan lumpur ke Kali Porong. Pada tahun 2012 demonstrasi dan pemblokiran wilayah kerja pengaliran lumpur oleh warga telah berlangsung selama 6 (enam) bulan berturut-turut, yang dipicu oleh belum tuntasnya proses pembayaran pelunasan jual beli tanah dan bangunan wilayah PAT 22 Maret 2007 yang dilakukan oleh PT. Minarak Lapindo Jaya (PT. MLJ) – PT. Lapindo Brantas.

Untuk menunjang pengaliran lumpur ke Kali Porong tersebut, dan dalam upaya untuk melakukan antisipasi terhadap terjadinya dampak fenomena longsornya gunung lumpur dan fenomena geologi lainnya, hal penting lain yang telah dilakukan oleh Bapel-BPLS, khususnya dalam lingkup kegiatan Perencanaan Operasi adalah:

      Tersedianya data pengukuran Titik Tinggi Geodesi (TTG) dan Bench Mark (BM) di wilayah pusat semburan dan di luar peta area terdampak.

        Tersedianya data tentang profil cross dan longitudinal tanggul.

        Tersedianya data tentang tingkah laku gunung lumpur dari aspek tinjauan geologi dan dampak ikutannya.

         Tersedianya data pemantauan bawah permukaan daerah terdampak.

     Tersedianya data tentang pemantauan pengaruh deformasi geologi dan penanganan dampak bencana semburan lumpur seperti: bubble (termasuk data semburan gas, kandungan kimia yang dibawa, tingkat dan lama keaktifannya), waking, crack, dan amblesan tanah.

Semua data tersebut di atas sangat berguna untuk melakukan analisa dan memperkirakan tingkah laku semburan, tingkah laku gunung lumpur, serta fenomena geologi dan dampaknya yang akan terjadi di wilayah peta area terdampak dan sekitarnya.