Pengaliran Lumpur ke Kali Porong
- Details
- Dipublikasikan pada Rabu, 02 November 2011 10:47
Sasaran kegiatan pengaliran lumpur ke Kali Porong adalah "Berkurangnya potensi ancaman luapan lumpur untuk mencegah meluasnya Peta Area Terdampak". Strategi yang dikembangkan untuk mencapai sasaran tersebut adalah dengan mengalirkan lumpur ke laut melalui Kali Porong secara efektif dan efisien. Karena kondisi lumpur tidak bisa mengalir secara gravitasi dan terkendala beda ketinggian antara muka lumpur dengan Kali Porong yang terbatas, maka pengaliran lumpur ke Kali Porong dilakukan secara mekanis dengan mengoperasikan kapal keruk yang dilengkapi dengan pipa pembuangan langsung pada Kali Porong.
Kondisi Kolam Lumpur
Tugas pengaliran lumpur ke Kali Porong dialihtugaskan dari PT Lapindo Brantas kepada BPLS berdasarkan Perpres 40/2009 tanggal 23 September 2009. Saat alih tugas tersebut BPLS belum memiliki kapal sendiri sehingga menggunakan kapal Waterman yang dipinjam dari Balai Besar Brantas dan kapal Riau dari Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.
BPLS melakukan pengadaan 4 unit kapal kapasitas 18" beserta 4 unit booster dan mulai beroperasi sejak April 2010.
Sasaran lumpur yang harus dialirkan dari kolam lumpur ke Kali Porong selain lumpur baru hasil semburan sejak alih tugas, volume yang terbesar adalah juga membuang stock lumpur pada masa tugas Lapindo yang masih berada di dalam kolam Lumpur.
Endapan lumpur yang berada dalam kolam lumpur yang berasal luapan lumpur yang keluar dari pusat semburan, dan setelah mengalami proses separasi dan penguapan yang berlangsung lama, maka padatan lumpur telah membentuk kerucut gunung. Permukaan endapan lumpur yang nampak kering ternyata hanya lapisan tipis saja, karena semakin dalam kondisi lumpur tetap basah dengan kepekatan yang semakin cair.
Mengingat semburan lumpur panas masih aktif, dan wilayah sekitar pusat semburan mengalami deformasi geologi, serta kondisi bagian bawah permukaan yang masih basah telah menimbulkan berbagai bentuk perubahan tingkat ancaman yang diakibatkan oleh: aliran, limpasan, longsoran, dan pergerakan lumpur. Kejadian baik limpasan, longsoran, maupun pergerakan lumpur sering mempengaruhi dan/atau mengganggu operasi kapal keruk. Kondisi tersebut semakin berbahaya pada saat musim hujan karena selain kondisi lumpur menjadi semakin basah, juga genangan air di dalam kolam berpotensi meluap dan/atau mengganggu stabilitas tanggul penahan lumpur.
Di samping kondisi tersebut di atas, kendala teknis dalam kegiatan pengaliran lumpur adalah:
- Lingkungan kerja dalam kondisi asam akibat gas sulfur yang keluar dari semburan, sehingga peralatan menjadi berkarat atau rusak seperti pada alat-alat sensor, kontrol module dan perangkat elektrik.
- Lumpur mengandung batuan silika yang tajam dan abrasif yang mengakibatkan penggerusan pada seal, shaft, siem, pompa dan sistem pendingin.
- Wilayah kolam semula adalah permukiman, sehingga cutter sering tersumbat kayu atau batu sehingga pipa mengalami blocking (tersumbat).
Sistem Operasi Kapal Keruk
Sistem operasi kapal keruk dalam pengaliran lumpur ke Kali Porong adalah sebagai berikut:
- Kapal keruk sebagai alat utama yang berfungsi untuk memotong lumpur lunak maupun padat, mengaduk dengan air untuk membuat adonan lumpur mencapai kepekatan tertentu, menghisap lumpur untuk seterusnya dipompa ke Kali Porong melalui pipa apung dan pipa darat.
- Kapal keruk dilengkapi dengan Ladder (belalai) yang dapat bergerak ke kanan-ke kiri dan ke atas-ke bawah untuk memudahkan mencapai sasaran operasi. Pada ujung ladder dilengkapi dengan cutter yang dapat berputar untuk memotong objek yang dikeruk dan sekaligus mengaduk (agitasi) dengan air menjadi lumpur dengan kepekatan tertentu sehingga efektif untuk dipompa.
- Di belakang cutter terdapat pipa hisap yang dihubungkan dengan pompa, sehingga lumpur dapat dihisap dan dipompa keluar menuju ke titik pembuangan melalui pipa pembuangan, berupa pipa apung maupun pipa darat.
- Berbeda dengan pompa yang kedudukannya tetap (stasioner), kapal keruk dapat bergerak atau bermanuver menuju ke objek yang dikeruk, yaitu dibantu dengan 2 (dua) jangkar yang ditanam di lumpur sejauh sekitar 150-an meter dari kapal dan dihubungkan dengan sling, sedangkan kapal sendiri memiliki 2 (dua) spud atau jangkar patok yang terpasang pada kapal bagian belakang untuk membantu bermanuver atau berpindah tempat.
- Karena dapat mengapung, maka pada saat beroperasi dan/atau berpindah tempat kapal keruk membutuhkan "kubangan air". Kebutuhan air untuk kubangan kapal yang sekaligus sebagai air pengencer lumpur, disuplai dari Kali Porong.
- Sistem suplai air pengencer ini menggunakan pompa yang diletakan pada kaki tanggul luar Kali Porong. Air yang dipompa tersebut dialirkan ke kolam penampungan dengan jaringan pipa suplai tersendiri untuk selanjutnya dipompa kembali menuju lokasi operasi kapal keruk atau di sekitarnya.
- Mesin kapal dan mesin pompa memerlukan sistem pendingin terutama pada gear box antara engine kapal dengan pompa dan juga pada shaft (poros) pompa. Berbeda dengan operasi di sungai atau laut yang lingkungannya berupa air relatif bersih, operasi kapal keruk di kolam lumpur sekitarnya adalah lumpur. Sehingga untuk operasi kapal keruk harus disiapkan sumber air yang relatif bersih, dengan menyiapkan pompa dan jaringan pipa tersendiri.
- Jarak buang kapal keruk ke tempat pembuangan dipengaruhi oleh kapasitas dan konsisi mesin, berat jenis lumpur, kepekatan lumpur, dan perbedaan ketinggian antara kapal dengan mulut buangan (outlet). Karena operasi kapal cukup jauh dari Kali Porong lebih dari 2000 meter, dan semakin lama akan semakin jauh, maka untuk menjaga agar dapat memenuhi jarak buang tersebut perlu diperkuat dengan booster. Booster dipasang antara kapal dengan outlet dalam kondisi stasioner untuk meningkatkan daya dorong terhadap lumpur yang dialirkan dari kapal sehingga dapat mencapai outlet.
- Excaponton sebagai alat bantu untuk memasang dan/atau memindah jangkar, membuat kubangan, mensuplai bahan bakar, fasilitas untuk perbaikan, memasang dan/atau memindah pipa apung, dan juga membantu menggali lumpur pada kondisi lereng gunung membahayakan keselamatan kapal.
Lokasi Kegiatan Kapal Keruk
Sebagaimana diatur dalam Perpres 14/2007 jo 40/2009 bahwa pengaliran lumpur adalah ke Kali Porong. Hal ini terkait dengan rencana pengaliran lumpur ke Laut melalui Kali Porong. Mempertimbangkan bahwa di sebelah barat semburan terletak jalan kereta api dan jalan raya Porong serta permukiman yang padat penduduknya, maka operasi kapal keruk harus diletakkan di selatan semburan agar mengarah ke Kali Porong, namun juga harus kegiatan operasi didekatkan dengan pusat semburan.
Pada saat upaya penanganan semburan baik oleh Timnas maupun Lapindo, dibuat tanggul cincin di sekeliling pusat semburan. Tanggul ini sering jebol baik karena luapan lumpur panas dan akibat deformasi geologi, sehingga akhirnya tanggul cincin tenggelam dan luapan lumpur mengalir ke segala arah terutama ke barat dan utara yang saat ini masih rendah permukaan lumpurnya.
Menggunakan sisa tanggul cincin di P25 dan P42 yang memiliki akses logistik yang cukup baik, maka lokasi tersebut dipilih sebagai pusat kegiatan pengaliran lumpur ke Kali Porong. Pilihan operasi kapal di P25 dan P42 cukup efektif terbukti arah longsoran lumpur dominan ke arah kubangan kapal, berarti bisa mengurangi tekanan yang mengarah ke barat.
Peralatan
|
No. |
Macam Alat |
Kapasitas Alat Rata-rata |
Fungsi |
|
1. |
Kapal Waterman |
0,6 m3/det |
Pompa lumpur |
|
2. |
Kapal Riau |
0,6 m3/det |
Pompa lumpur |
|
3. |
Kapal KK-1 |
0,8 m3/det |
Pompa lumpur |
|
4. |
Kapal KK-2 |
0,8 m3/det |
Pompa lumpur |
|
5. |
Kapal KK-3 |
0,8 m3/det |
Pompa lumpur |
|
6. |
Kapal KK-4 |
0,8 m3/det |
Pompa lumpur |
|
7. |
Booster Brantas |
Max Flow&Head 0,6 m3/det & 50 m |
Pompa pendorong lumpur |
|
8. |
Booster Palembang |
Max Flow&Head 0,6 m3/det & 50 m |
Pompa pendorong lumpur |
|
9. |
Booster KK-1 |
Max Flow&Head 0,8 m3/det & 70 m |
Pompa pendorong lumpur |
|
10. |
Booster KK-2 |
Max Flow&Head 0,8 m3/det & 70 m |
Pompa pendorong lumpur |
|
11. |
Booster KK-3 |
Max Flow&Head 0,8 m3/det & 70 m |
Pompa pendorong lumpur |
|
12. |
Booster KK-4 |
Max Flow&Head 0,8 m3/det & 70 m |
Pompa pendorong lumpur |
|
13. |
Pompa Paco-1 |
600 liter/det |
Pompa air pengencer |
|
14. |
Pompa Paco-2 |
600 liter/det |
Pompa air pengencer |
|
15. |
Pompa Paco-3 |
600 liter/det |
Pompa air pengencer |
|
16. |
Pompa Barata-1 |
400 liter/det |
Pompa air pengencer |
|
17. |
Pompa Barata-2 |
400 liter/det |
Pompa air pengencer |
|
18. |
Excaponton-1 |
0,8 m3/bucket |
Support kapal keruk |
|
19. |
Excaponton-2 |
0,8 m3/bucket |
Support kapal keruk |
|
20. |
Excaponton-3 |
0,8 m3/bucket |
Support kapal keruk |
|
21. |
Excaponton-4 |
0,8 m3/bucket |
Support kapal keruk |
|
22. |
Excaponton-5 |
0,8 m3/bucket |
Support kapal keruk |
|
23. |
Exca long arm-1 |
0,5 m3/bucket |
|
Catatan:
Rencana operasi alat adalah 8 jam per shift per hari dan bila perlu dapat dioperasikan 2 shift sesuai kebutuhan, namun realisasi operasi alat tergantung pada kondisi alat, dan kendala operasional lainnya.
![]() |
![]() |
|
KK-1 beroperasi di P25 |
KK Riau & excaponton-3 beroperasi di P25 |
![]() |
![]() |
|
KK-2 dan excaponton-1 beroperasi di P25 |
KK-3 dan excaponton-4 beroperasi di P42 |
![]() |
![]() |
|
KK Waterman beroperasi di P42 |
KK-4 beroperasi di P42 |
![]() |
![]() |
|
Booster-1, booster-2 dan booster Brantas beroperasi di P35 |
Booster-3 dan booster-4 beroperasi di P41 |
![]() |
![]() |
| Pompa Paco-1, Paco-2, Barata-1 dan Barata-2 beroperasi di KP159 Kali Porong | Pompa Paco-3 beroperasi di P36, suplai air dari kolam Kebes |
Pipa Darat
Jaringan pipa pembuangan lumpur di darat menggunakan 4 jenis pipa yakni pipa besi diameter 18 inch, 28 inch, 32 inch dan pipa HDPE 18 inch. Pipa besi yang dipakai adalah pipa eks PT Lapindo Brantas dan pipa 28 inch eks jalur pipa Pertamina sedangkan pipa HDPE melalui pengadaan baru. Jaringan pipa lumpur di P25 terpasang 5 jalur pemipaan dan di P42 sebanyak dua jalur. Panjang jalur pipa darat dari P25 – Kali Porong mencapai 1.500 meter dan jalur pipa darat P42 – Kali Porong mencapai 1.650 meter.

Jaringan pipa besi 18 inch dan HDPE 18 inch dari P25 – Kali Porong
Keterangan gambar:
• L1 adalah jalur pipa lumpur KK-1.
• L2 adalah jalur pipa lumpur cadangan apabila terjadi blocking pada pipa utama.
• L3 adalah jalur pipa lumpur KK-2.
• L4 adalah jalur pipa lumpur cadangan apabila terjadi blocking pada pipa utama.
• L5 adalah jalur pipa lumpur KK Riau.

Jaringan pipa besi 32 inch dan 28 inch dari P42 – Kali Porong
Keterangan gambar:
• L6 adalah jalur pipa besi 32 inch KK-3 dan KK-4,
• L7 adalah jalur pipa besi 28 inch (eks pipa Pertamina) KK Waterman
Pipa Apung
Pipa apung pada kapal keruk menggunakan jenis rubber floating yang dapat mengapung di air dan fleksibel agar memudahkan manuver kapal. Diameter pipa apung disesuaikan dengan diameter pipa out pada kapal.
Panjang pipa apung disesuaikan dengan jarak pipa darat ke kapal keruk agar dapat meminimalisir kehilangan energi tekanan lumpur sehingga pekerjaan penyambungan pipa apung terus diperlukan.
Kebutuhan jenis pipa apung di lapangan terus bertambah sedangkan rubber floating yang tersedia sangat terbatas, maka solusi yang diterapkan di lapangan adalah pipa apung menggunakan pipa HDPE 18 inch yang sudah ada dengan modifikasi pemasangan drum-drum apung pada badan pipa HDPE agar dapat mengapung di air.
|
No. |
Jenis Alat |
Pemakaian Pipa Apung |
Pipa HDPE Apung |
|
1. |
Kapal keruk KK-1 |
3 lonjor/6 m |
5 lonjor/12 m |
|
2. |
Kapal keruk KK-2 |
6 lonjor/6 m |
8 lonjor/12 m |
|
3. |
Kapal keruk KK-3 |
3 lonjor/6 m |
17 lonjor/12 m |
|
4. |
Kapal keruk KK-4 |
2 lonjor/6 m |
20 lonjor/12 m |
|
5. |
Kapal keruk KK Waterman |
5 lonjor/6 m |
- |
|
6. |
Kapal keruk KK Riau |
2 lonjor/6 m |
16 lonjor/12 m |
Pipa Suplai Air Pengencer
Media transportasi yang tepat untuk memindahkan lumpur dari kolam lumpur ke Kali Porong adalah air. Maka dibutuhkan stock air yang cukup pada kolam lumpur agar kapal keruk dapat beroperasi dengan baik, untuk itu pompa-pompa air yang ada di lapangan disesuaikan dengan kebutuhan tersebut. Air yang dipakai sebagai air pengencer disuplai dari Kali Porong -yang mempunyai stock air melimpah- menggunakan pompa-pompa air melalui jaringan pipa air pengencer yang dipasang dari Kali Porong sampai kolam pengerukan.
Jaringan pipa-pipa tersebut menggunakan pipa besi diameter 18 inch dengan panjang mencapai 1.600 meter.

Jaringan pipa air pengencer dari Kali Porong – P25
Keterangan gambar:
• A1 adalah jalur pipa air pengencer pompa Paco-1 dari Kali Porong – P25,
• Satu jalur pipa air pengencer pompa Paco-2 dari Kali Porong – P35,
• A2 adalah jalur pipa air pengencer pompa Paco-3 dari P36 – P25.










