Buku Tamu
Sign guestbook




































Rachman Helmi
Senin, 03 Mei 2010 05:27




Melalui media ini Saya ingin memberikan solusi penanganan pengendalian dan pemanfaatan gas di Lapindo sekaligus menutup aliran air Lumpur tanpa menutup aliran gasnya.
Demikian uraian singkat saya :
Disekitar pusat semburan kita tempatkan beberapa unit corong cerobong yang terhubung dengan pipa flexible diujung pipa kita tempatkan tangki cyclone dengan posisi terbalik, diujung atas cyclone dihisap blower mengarah ke tangki condensasi untuk mencairkan gasnya yang bisa dijual.
Aliran air lumpur yang terbawa bersama gas diarahkan ke kolam penampungan dan dibuang seperti sekarang ini.
Karena daya hisap blower semakin lama corong tenggelam lalu kita sambung pipa flexible seterusnya hingga dikedalaman air lumpur yang terhisap.
KArena jalan keluar gas dari perut bumi sudah melalui saluran yang tertutup, otomatis air lumpur tidak terhisap, sehingga air lumpur yang terbawa keatas berkurang hingga tidak ada lagi air lumpur yang keluar.
Corong cerobong dilengkapi penggerak hidrolis dan pengarah yang bisa mengendalikan sendiri secara otomatis mencari sumber awal aliran gas dibawah, atau kita bisa pantau dengan kamera dan indikator lain yang dipasangkan di corong tersebut.
Keseluruhan proses tersebut memanfaatkan energi dari panas, tekanan alami dari semburan gas tersebut, jika masih kurang bisa memanfaatkan gas yang selama ini terbuang percuma. Bahkan untuk proses pendinginan gas yang akan dijual bisa memanfaatkan dari panasnya lumpur tersebut.
Sekian dulu uraian singkat dari Saya, jika ingin lebih detail kita bisa diskusikan dan konsep bersama lebih lanjut, silahkan hubungi via email Saya.
Hormat Saya :
Rachman Helmi, helmi_helco@yahoo.co.id
Demikian uraian singkat saya :
Disekitar pusat semburan kita tempatkan beberapa unit corong cerobong yang terhubung dengan pipa flexible diujung pipa kita tempatkan tangki cyclone dengan posisi terbalik, diujung atas cyclone dihisap blower mengarah ke tangki condensasi untuk mencairkan gasnya yang bisa dijual.
Aliran air lumpur yang terbawa bersama gas diarahkan ke kolam penampungan dan dibuang seperti sekarang ini.
Karena daya hisap blower semakin lama corong tenggelam lalu kita sambung pipa flexible seterusnya hingga dikedalaman air lumpur yang terhisap.
KArena jalan keluar gas dari perut bumi sudah melalui saluran yang tertutup, otomatis air lumpur tidak terhisap, sehingga air lumpur yang terbawa keatas berkurang hingga tidak ada lagi air lumpur yang keluar.
Corong cerobong dilengkapi penggerak hidrolis dan pengarah yang bisa mengendalikan sendiri secara otomatis mencari sumber awal aliran gas dibawah, atau kita bisa pantau dengan kamera dan indikator lain yang dipasangkan di corong tersebut.
Keseluruhan proses tersebut memanfaatkan energi dari panas, tekanan alami dari semburan gas tersebut, jika masih kurang bisa memanfaatkan gas yang selama ini terbuang percuma. Bahkan untuk proses pendinginan gas yang akan dijual bisa memanfaatkan dari panasnya lumpur tersebut.
Sekian dulu uraian singkat dari Saya, jika ingin lebih detail kita bisa diskusikan dan konsep bersama lebih lanjut, silahkan hubungi via email Saya.
Hormat Saya :
Rachman Helmi, helmi_helco@yahoo.co.id
arini
Jumat, 02 April 2010 05:26




maaf, klo boleh tau
alamat BPLS di poron it sebelah mana ya?
saya mahasiswa UGM
ingin melakukan kunjungan
terimakasi
alamat BPLS di poron it sebelah mana ya?
saya mahasiswa UGM
ingin melakukan kunjungan
terimakasi
lalik
Selasa, 30 Maret 2010 05:26




di lumpur lapindo ini ada gak logam berat atau bahan beracun berbahaya di dalamnya?
terima kasih infonya
terima kasih infonya
Suseno Agung
Selasa, 23 Maret 2010 05:25




brp jarak pusat semburan ke pantai? kog cuma dibuang ke kali Porong, gak dibuatkan mud suction pump + transmisi diperkuat bbrp boster berkapasitas yg sama dgn debit semburan untuk mereklamasi selat Madura, shg akan didptkan area baru utk resettlement
yanuar
Kamis, 04 Maret 2010 05:24




setiap hari lumpur lapindo dibuang menggunakan dump truk, kl blh tau dibuang kmn? bisakah lumpur dibuang ke wilayah lumajang ?
arief widodo
Rabu, 23 Desember 2009 05:23




Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda:
(1) penenggelaman permukaan bumi di timur,
(2) penenggelaman permukaan bumi di barat,
(3) penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab,
(4) keluarnya asap,
(5) keluarnya Dajjal,
(6) keluarnya binatang besar,
(7) keluarnya Ya’juj wa Ma’juj,
(
terbitnya matahari dari barat, dan
(9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta
(10) turunnya ‘Isa bin Maryam Alaihissalam.”
[HR. Muslim (no. 2901 (40)), Abu Dawud (no. 4311), at-Tirmidzi (no. 2183), Ibnu Majah (no. 4055), Imam Ahmad (IV/6)]
apakah keluarnya lumpur di Sidoarjo yang telah menenggelamkan bumi dan terletak di sebelah Timur Jazirah arab, merupakan tanda-tanda kiamat no 1..??
Wallahu a’lam bisshowab.. ;-)
“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda:
(1) penenggelaman permukaan bumi di timur,
(2) penenggelaman permukaan bumi di barat,
(3) penenggelaman permukaan bumi di Jazirah Arab,
(4) keluarnya asap,
(5) keluarnya Dajjal,
(6) keluarnya binatang besar,
(7) keluarnya Ya’juj wa Ma’juj,
(
terbitnya matahari dari barat, dan(9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, serta
(10) turunnya ‘Isa bin Maryam Alaihissalam.”
[HR. Muslim (no. 2901 (40)), Abu Dawud (no. 4311), at-Tirmidzi (no. 2183), Ibnu Majah (no. 4055), Imam Ahmad (IV/6)]
apakah keluarnya lumpur di Sidoarjo yang telah menenggelamkan bumi dan terletak di sebelah Timur Jazirah arab, merupakan tanda-tanda kiamat no 1..??
Wallahu a’lam bisshowab.. ;-)
rudy andi bahar
Senin, 09 November 2009 05:23




BPLS pasti bisa membuat semu jdi lbh baik...
Sukses selalu...!!!
Sukses selalu...!!!
kopijun
Senin, 19 Oktober 2009 05:22




Wah ide pak Erik menarik sekali, sayangnya Ya'juj dan Ma'juj ini dari cerita yang ada tidak memiliki ilmu menembus bumi seperti ilmunya Anatareja. Sedangkan lumpur panas di Porong ini ini patut diduga mewarisi ilmunya Antareja..
ERIK
Jumat, 25 September 2009 05:21




BAPAK ATO IBU SEKALIAN MERUJUK DARI PERISTIWA YG DIGAMBARKAN DI AL QURAN YAITU SURAT AL KAHFI AYAT 89-98 YANG MENGISAHKAN TENTANG DZULKARNAEN YANG MENOLONG KAUM YANG TERANCAM OLEH YAKJU DAN MAKJUT DIMANA ADA PERINTAH DARI ALLAH SWT UNTUK MEMBANGUN SEBUAH TEMBOK ATO DINDING YANG TERBUAT DARI CAMPURAN BESI DAN TEMBAGA, DARI SURAT ITU BAGAIMANA KALO BPK ATO IBU MEMPERTIMBANGKAN CARA PENYUMBATAN SEMBURAN LUMPUR LAPINDO DENGAN MEDIA BESI DAN TEMBAGA YANG DI CAMPUR,CARA ITU SUKSES MENGHALAU SERANGAN YAKJUT DAN MAKJUT APALAGI LUMPUR LAPINDO...