Perkembangan Pengadaan Lahan Relokasi Jalan Arteri Porong
- Details
- Dipublikasikan pada Jumat, 06 Januari 2012 11:27
Sampai dengan akhir bulan Desember 2011, telah dilakukan pembayaran/pemberian uang ganti rugi-UGR pada 2 Kabupaten sebesar 89,00%. Luas lahan yang bisa dianggap sudah bebas (pelepasan hak) telah mencapai 94,47% yang terdiri atas tanah warga, tanah kas desa-TKD dan fasilitas umum-Fasum. Pada seluruh lahan TKD di wilayah Kabupaten Sidoarjo telah dilakukan pemberian UGR. Sedangkan lahan TKD di wilayah Kabupaten Pasuruan yang sudah diberikan UGR sejumlah 5 bidang dari 6 bidang, sisanya satu bidang masih dalam proses administrasi di Pemerintah Desa.
Semburan Berkurang, Tak Berarti Ancaman Hilang
- Details
- Dipublikasikan pada Rabu, 19 Oktober 2011 14:58
Merunut Langkah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (6)
Banyak orang bertanya dan berspekulasi kapan semburan lumpur Sidoarjo akan berhenti? Jangankan masyarakat awam dapat menganalisa, para pakar pun baik dari dalam maupun luar negeri tak berani memberi jawaban secara pasti. Memang belakangan volume semburan berkurang, namun deformasi geologi dan longsornya gunung lumpur masih menyimpan potensi ancaman yang berbahaya.
Dibanding pada saat awal terjadinya, volume semburan lumpur Sidoarjo kini telah mengalami penurunan. Bahkan seringkali terlihat berhenti.
Muara Kali Porong Masih Jadi Sumber Rejeki Bagi Nelayan
- Details
- Dipublikasikan pada Rabu, 19 Oktober 2011 13:55
Merunut Langkah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (5)
Kata orang, pengaliran lumpur panas dari semburan lumpur Sidoarjo ke laut lewat Kali Porong dapat menyebabkan ikan-ikan mati. Tapi bagi para nelayan, muara Kali Porong masih tetap menjadi sumber rejeki. Bahkan keberadaan ikan-ikan di perairan itu seakan tak pernah habis meski dijaring setiap hari.
SIANG itu suasana di muara Kali Porong, tampak cerah. Tampak para nelayan dengan perahunya berlalu-lalang menyibak hamparan air. Sesekali tangan-tangan mereka yang legam karena sering tersengat panas mentari, menarik-narik jaringnya yang telah terbentang di dalam air. Wajah mereka tampak gembira ketika menyaksikan banyak ikan dan udang menyangkut di jaringnya.
Upaya Melindungi Keselamatan Warga Dari Luapan Lumpur
- Details
- Dipublikasikan pada Senin, 17 Oktober 2011 14:39
Merunut Langkah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (4)
Upaya melindungi keselamatan masyarakat dari luapan lumpur dilakukan dengan membangun tanggul penahan lumpur di batas Peta Area Terdampak (PAT). Walau telah dirancang tahan terhadap ancaman lumpur, namun adanya proses amblesan, bisa mempengaruhi stabilitas tanggul, sehingga perlu dijaga kondisinya.
Meski tanggul penahan lumpur telah dibangun di batas area terdampak, namun masyarakat masih sering mengawatirkan keselamatannya dari ancaman luapan lumpur. Itu wajar, sebab semburan lumpur Sidoarjo hingga saat ini masih aktif. Volumenya memang mengalami penurunan, tapi lumpur yang telah menggunung sewaktu-waktu memungkinkan untuk longsor. Sedangkan tanggul di beberapa lokasi rawan terhadap adanya deformasi geologi, berupa amblesan.
Membangkitkan Warga Korban Lumpur dari Perasaan Tidak Berdaya
- Details
- Dipublikasikan pada Senin, 17 Oktober 2011 11:37
Merunut Langkah Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (3)
Peristiwa semburan lumpur Sidoarjo sempat meluluhlantakkan berbagai aspek kehidupan bagi warga korban, bukan saja kehilangan harta benda, lapangan kerjapun tempat mereka bergantung waktu itu ikut sirna tanpa bekas akibat tenggelam di dalam lumpur, tak terkecuali rusaknya infrastruktur dan lingkungan.
BERMUARA dari hal itulah Bidang Sosial Bapel BPLS telah melakukan berbagai aspek penanganan masalah sosial dalam rangka melakukan pemulihan kembali sendi-sendi kehidupan warga masyarakat korban lumpur panas Sidoarjo.




